FEB Uniss Laksanakan Team Building

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Selamat Sri (FEB-Uniss), melaksanakan Team Building dengan tema “Mempersiapkan SDM Unggul di Era Revolusi 4.0 Menuju Indonesia Maju” yang bertempat di Agro Wisata Tirto Arum Baru Kendal, Minggu (2/2).
Acara pembukaan ditandai dengan pelepasan Burung Merpati dalam apel pagi yang dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, para Dosen, Ketua BEM, dan diikuti 236 mahasiswa FEB Prodi manajemen maupun akuntansi semester 1. Selanjutnya acara  dilanjutkan dengan senam bersama.
Dekan FEB Uniss, Moh Purnomo, SE, MM, dalam sambutannya mengatakan, acara ini diselenggarakan dalam rangka membentuk SDM yang siap dan handal dalam menghadapi era Revolusi 4.0.
Dalam perubahan dan disrupsi yang bergerak cepat, lanjutnya, mahasiswa harus menjadi pemeran utama dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Dengan kemajuan teknologi, saat ini sumber ilmu pengetahuan sangat terbuka bebas, semua dapat mengaksesnya.
“Kemajuan teknologi dan tata kelola pendidikan tinggi yang semakin baik mengakibatkan disparitas antarperguruan tinggi semakin mengecil, perguruan tinggi swasta (PTS) saat ini sudah ada yang lebih baik dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri (PTN),” jelas Purnomo.
Sementara itu Presiden BEM Uniss, Lilik Gianto Alie mengatakan, di era industri 4.0. semua elemen masyarakat termasuk mahasiswa harus menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan-perubahan yang ditimbulkan. Peningkatan SDM harus terus dilakukan untuk menyiapkan generasi milenial yang kompetitif dan produktif.
Inti dari tantangan revolusi industri 4.0 ini adalah kesiapan mental dari manusianya. Mahasiswa saat ini banyak yang menginginkan pekerjaan mudah dengan gaji yang besar, padahal, hal tersebut tidak sesuai. Bahkan di industri kreatif yang terlihat menyenangkan.


“Sebagai pemuda jangan hanya puas menjadi seorang mahasiswa, tetapi tumbuhlah menjadi orang yang bermental baik sehingga bisa menjadi seorang tokoh/pemimpin,” imbuhnya.
Acara Team Building FEB Uniss diisi dengan berbagai kegiatan. Outbound soft skill, dilakukan untuk pengembangan personal dan interpersonal, biasanya berupa kemampuan (bakat) atau keterampilan. Sedangkan outbound hard skill, dilakukan untuk ketrampilan teknis atau penguasaan bidang  sesorang sehingga mudah dilakukan dan diterapkan.
Menurut salah satu mahasiswa, Agus Kurniawan, kegiatan ini sangat bagus bagi mahasiswa baru. Dimana para mahasiswa diajarkan untuk lebih mandiri, berani dan belajar kepemimpimpinan.
“Saya berharap kedepannya kegiatan seperti ini terus diadakan, dalam mencetak mahasiswa untuk menjadi SDM yang handal,” pungkasnya.

Penulis : Hanief
Editor   : jks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *